Membaca Prospek Bisnis Budidaya Hewan, Menjanjikan?

cedarcottagebnb.com Siapapun pasti ingin memiliki bisnis sendiri. Namun, tak semua orang dengan mudah memutuskan ide bisnis yang akan dijalani. Sebab, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari bekal ilmu bisnis, penentuan target jualan, hingga modal usaha. Jenis bisnis budidaya hewan mungkin bisa menjadi pilihan yang anda pertimbangkan. Kabarnya, bisnis budidaya hewan memiliki hasil yang menjanjikan.

Bisnis budidaya hewan adalah bisnis yang mengembangbiakkan hewan dalam skala kecil maupun besar. Lalu bagaimana dengan prospek bisnis budidaya hewan? Banyak pihak yang beranggapan bahwa bisnis ini terbilang sulit karena membutuhkan ketelatenan. Namun dengan mencermati kiat-kiat menjalankan bisnis budidaya hewan, hasil yang menjanjikan bisa anda dapatkan.

Hal yang terpenting adalah, budidaya hewan harus disertai dengan dasar ilmu mengembangbiakan hewan. Ilmu ini tentu tak mesti anda dapatkan dari bangku kuliah atau kelas formal. Kumpulkan banyak informasi dari mereka yang sudah berpengalaman. Selain itu, jangan ragu untuk bekerjasama dengan ahli ternak yang bisa membantu anda berkonsultasi soal kondisi hewan ternak.

Contohnya, pada bisnis budidaya hewan udang vanami, pebisnis pemula biasa menjalin kerjasama dengan ahli ternak udang untuk memantau kesehatan udang tersebut. Pada masa panen, akan ada komisi yang dibagi pemilik bisnis ke ahli ternak tersebut. Hal ini lumrah dilakukan untuk menjaga kesehatan hewan yang dibudidaya. Sebab budidaya hewan udang rentan dengan penyakit sehingga membutuhkan penjagaan khusus.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Bisnis Budidaya Hewan

Sebelum memulai bisnis apapun, anda harus memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan untuk melengkapi bisnis anda tersebut. Berikut komponen-komponen yang harus diperhatikan jika ingin memulai bisnis budidaya hewan.

Lahan

Budidaya hewan sama halnya dengan bertani. Dimana lahan menjadi hal yang sangat penting. Sebab mengembangbiakkan hewan membutuhkan ruang untuk tempat tinggal atau habitat buatan. Kebutuhan lahan setiap hewan yang akan dibudidaya berbeda-beda. Misalnya, untuk budidaya hewan air seperti ikan lele, udang, dan lainnya, membutuhkan kolam yang setidaknya berdiameter 5 meter dengan tinggi 2 meter (jika kolam berbentuk lingkaran).

Sedangkan lahan untuk ewan ternak seperti kelinci, ayam, kambing, sapi, dan lainnya membutuhkan ruang untuk membuat kandang. Kebutuhan lahan ini yang harus anda pikirkan ketersediaannya. Tentu saja akan lebih menghemat modal jika anda sudah memiliki lahan yang cocok untuk bisnis ini.

Lingkungan

Jika lahan suda tersedia, hal yang harus anda cek selanjutnya adalah kondisi lingkungan dari lahan. Seperti yang kita tahu, menjalankan bisbis budidaya hewan tidak bisa mengabaikan lingkungan sekitar. Sebab ada kondisi-kondisi tertentu dimana budidaya hewan bisa mengganggu kehidupan harian warga sekitar lokasi bisnis.

Misalnya, untuk budidaya hewan kambing, ayam, dan sapi, harus memperhatikan bau atau aroma kurang sedap yang ditimbulkan dari hewan itu. Sedangkan untuk budidaya hewan air menimbulkan suara kincir yang nyala seharian. Pastikan lokasi bisnis tidak terlalu dekat dengan pemukiman warga, sehingga tak mengganggu warga sekitar.

Baca juga: Ini Budidaya Beromzet Ratusan Juta yang Bisa Kamu Kerjakan di Rumah

Pantauan Kesehatan

Kemudian, anda juga harus memantau kesehatan hewan yang dibudidaya. Cari tahu dan lengkapi sebutuhan nutrisi hewan. Mulai dari disiplin waktu saat memberi makan harian, asupan vitamin, kesehatan mental hewan dengan cara digembalakan di luar kandang untuk sekali waktu, dan lain sebagainya. Sebab sering kali pelaku bisnis budidaya hewan hanya mengutamakan kesehatan fisik hewan namun tidak dengan kesehatan psikis atau mentalnya. Sehingga banyak hewan yang stres dan menderita.

Jangan lupa juga untuk mempersiapkan kesigapan anda saat menanggulangi kesehatan hewan ternak yang sedang menurun, Segala kemungkinan baik dan buruk harus dipikirkan, ya! Misalnya, bagaimana langkah yang harus diambil jika hewan mendadak stres, terkena penyakit, dan lain sebagainya. Dalam beberapa kondisi, hewan yang stres (seperti pada udang) terkadang langkah panen dini diambil untuk mencegah kemungkinan buruk lainnya terjadi.

Contoh Bisnis Budidaya Hewan yang Sederhana

Semut

Budidaya hewan semut untuk menghasilkan kroto atau telur semut mungkin bisa anda coba karena beberapa kemudahan. Di antaranya, untuk mengembangbiakkan semut, hanye membutuhkan beberapa toples untul dijadikan sebagai sarang. Selain itu, budidaya hewan semut tak perlu penanganan dan perhatian khusus. Kroto banyak diminati sebagai pakan ternak atau pakan burung. Sehingga target pembeli pun sudah ada.

Cacing

Cacing dipergunakan sebagai umpan saat memancing ikan. Banyak komunitas hobi mincing yang tersebar di kota manapun. Sehingga anda bisa menjualnya di took perlengkapan memancing, atau di dekat kolam pemancingan. Sama seperti semut, budidaya hewan cacing juga tak membutuhkan perlakuan khusus sehingga mudah dilakukan.

Ayam Kampung

Terakhir, ada bisnis budidaya ayam kampung yang bisa anda coba. Ayam kampung umumnya memiliki postur tubuh yang tak terlalu gemuk karena lebih memiliki masa otot yang lebih dibandingkan dengan ayam potong. Pakan hewan yang satu ini bisa anda beli atau juga tidak masalah jika anda membiarkan ayam kampung mencari makan sendiri di area sekitar lokasi budidaya. Sebab ayam kampung bukan hewan yang sulit dibudidaya. Mereka bisa tumbuh secara mandiri tanpa harus digembalakan secara intens.

Selain tiga pilihan di atas, ada juga bisnis budidaya hewan atau ternak yang bisa anda coba. Yuk, baca info lengkapnya di link berikut https://www.cekaja.com/info/ingin-bisnis-ternak-5-hewan-ini-pilihannya/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *